infopariaman.com – Keputusan mengejutkan datang dari Pemerintah Iran menjelang perhelatan Piala Dunia FIFA 2026. Tim nasional Iran dipastikan tidak akan berpartisipasi dalam turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Keputusan ini disampaikan langsung Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, pada Rabu (11/3) waktu setempat. Ia menyebut langkah tersebut diambil setelah meningkatnya konflik militer antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat setelah serangan udara yang dilaporkan dilakukan oleh Amerika Serikat bersama Israel ke wilayah Iran hampir dua pekan lalu.
Serangan tersebut memicu eskalasi konflik dan memperburuk hubungan diplomatik antarnegara.
Dalam peristiwa tersebut, pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan tewas. Kematian tokoh penting itu memicu gelombang kemarahan di Iran dan serangan balasan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Situasi keamanan yang tidak stabil membuat pemerintah Iran menilai partisipasi dalam ajang olahraga internasional bukan prioritas saat ini.
Terlebih sebagian besar pertandingan tim Iran pada fase grup dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat.
Dilansir dari Jawa Pos, turnamen Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara tuan rumah yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Edisi ini menjadi sejarah baru karena akan diikuti oleh 48 tim dari berbagai negara.
Timnas Iran sebenarnya telah memastikan diri lolos ke putaran final dan tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, serta Selandia Baru. Seluruh pertandingan grup mereka dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, dua di Los Angeles dan satu di Seattle.
Namun keputusan politik akhirnya mengalahkan kepentingan olahraga.
Pemerintah Iran menilai kehadiran tim nasional mereka di negara yang dianggap bertanggung jawab atas serangan militer tidak dapat diterima.
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, Ahmad Donyamali menyampaikan sikap tegas pemerintahnya. Ia menilai kondisi saat ini tidak memungkinkan Iran ikut serta dalam turnamen tersebut.
“Mengingat rezim korup ini telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apa pun kami tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia,” ujarnya.
Selain faktor politik, keamanan para pemain juga menjadi pertimbangan utama pemerintah Iran.
Menurutnya, situasi global saat ini tidak menjamin keselamatan tim nasional mereka jika harus bertanding di Amerika Serikat.
Menariknya, sebelum keputusan mundur diumumkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru menyatakan Iran tetap dipersilakan mengikuti turnamen tersebut.
Hal itu diungkapkan Presiden FIFA, Gianni Infantino, setelah melakukan pertemuan di Washington.
Infantino menjelaskan bahwa dalam diskusi tersebut Trump menegaskan tim Iran tetap diizinkan datang ke Amerika Serikat untuk berkompetisi di Piala Dunia 2026.
Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah Iran.
Dengan kondisi politik dan keamanan yang masih memanas, peluang Iran kembali mempertimbangkan keikutsertaan di Piala Dunia 2026 dinilai sangat kecil.
Jika keputusan mundur tersebut benar-benar final, FIFA kemungkinan harus mencari pengganti untuk slot Iran di turnamen tersebut.
Situasi ini sekaligus menunjukkan bahwa konflik geopolitik masih memiliki pengaruh besar terhadap dunia olahraga internasional. (*)
