infopariaman.com – Wali Kota Pariaman, Yota Balad, melakukan audiensi strategis dengan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Menteri Pertanian ke Pariaman sehari sebelumnya.
Dalam pertemuan tersebut, Yota Balad memaparkan sejumlah program prioritas pembangunan sektor pertanian di Kota Pariaman dengan total anggaran mencapai sekitar Rp23,9 miliar.
Usulan ini ditujukan untuk mempercepat peningkatan produksi dan kualitas pertanian di daerah.
Adapun rincian program yang diajukan meliputi bantuan empat unit drone pertanian, pengadaan pompa air, rice milling unit (RMU), benih padi bersertifikat, bantuan bibit kelapa, rehabilitasi jaringan irigasi, bantuan sprayer, pengadaan ternak ayam buras, hingga pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH).
Selain itu, Yota juga mengusulkan program tambahan berupa pencetakan sawah baru seluas 500 hektare serta pompanisasi untuk meningkatkan debit air pada jaringan irigasi yang masih terbatas.
Ia juga menekankan pentingnya hilirisasi komoditas unggulan daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
“Kami berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat pembangunan sektor pertanian di Kota Pariaman,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kesiapan pemerintah pusat untuk mendukung kebutuhan strategis daerah, khususnya yang berdampak langsung pada peningkatan produksi dan kesejahteraan petani.
Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat saat ini memprioritaskan program pertanian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti cetak sawah, optimalisasi lahan, pompanisasi, perbaikan irigasi, serta penguatan sektor pangan dan peternakan.
“Daerah yang serius dan siap bekerja akan kita dukung penuh. Anggaran harus tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Mentan juga meminta kepala daerah untuk terus aktif berkoordinasi dan memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan.
Audiensi tersebut turut dihadiri sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan sektor pertanian nasional. (*)
