infopariaman.com – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 secara adil, transparan, dan berintegritas. 

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Sosialisasi Petunjuk Teknis (Juknis) SPMB dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Sipena Baru yang digelar di SD Unggul Tetpadu, Limpato, Kecamatan VII Koto Sungai Sarik, Senin (25/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Hendri beserta jajaran, pengawas pendidikan, kepala SMP, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) SD, serta operator sekolah dari berbagai wilayah di Kabupaten Padang Pariaman.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Rahmat Hidayat menekankan bahwa pelaksanaan SPMB harus mengedepankan prinsip objektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan non-diskriminasi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan SPMB tidak hanya ditentukan oleh sistem dan teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh komitmen seluruh pihak dalam menjaga integritas selama proses penerimaan peserta didik baru berlangsung.

“Setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan. Karena itu, proses penerimaan murid baru harus berjalan sesuai aturan tanpa adanya praktik titipan, pungutan liar, suap maupun bentuk intervensi lainnya yang dapat mencederai rasa keadilan,” tegas Rahmat Hidayat.

Sebagai bentuk komitmen bersama, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Pakta Integritas oleh para peserta. 

Langkah ini menjadi simbol kesepakatan untuk menyelenggarakan SPMB yang bersih, bebas calo, bebas pungutan tidak resmi, dan bebas praktik-praktik yang bertentangan dengan aturan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman, Hendri, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 159 peserta yang terdiri dari kepala SMP, operator SPMB tingkat SMP, Ketua KKKS SD, serta pengawas PAUD, SD, dan SMP se-Kabupaten Padang Pariaman.

Menurutnya, sosialisasi dan bimbingan teknis ini bertujuan untuk menyamakan pemahaman seluruh pemangku kepentingan pendidikan terkait mekanisme dan tata cara pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesiapan sekolah dalam mengoperasikan aplikasi Sipena Baru yang akan digunakan sebagai sistem pendukung pelaksanaan penerimaan murid baru secara digital.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh sekolah memiliki pemahaman yang sama sehingga pelaksanaan SPMB dapat berjalan lancar, tertib, transparan, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh calon peserta didik,” ujar Hendri.

Dengan dukungan sistem yang terintegrasi serta komitmen seluruh pihak, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman optimistis pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 dapat berlangsung lebih baik, profesional, dan berorientasi pada pelayanan pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat. (*)

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *