infopariaman.com – Pemerintah Kota Pariaman terus mencari terobosan dalam menghadapi tantangan pengurangan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat yang tahun ini mencapai Rp 92 miliar. Pengurangan signifikan ini berdampak besar terhadap realisasi berbagai proyek pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.

Namun, di tengah keterbatasan fiskal, Pemerintah Kota Pariaman melihat peluang besar di sektor pariwisata, khususnya sport tourism, sebagai strategi untuk mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Wali Kota Pariaman menegaskan bahwa sport tourism tidak hanya sekadar tren, tetapi telah menjadi pendekatan nyata yang efektif dalam meningkatkan daya tarik wisata dan perputaran ekonomi lokal.

“Sejak Februari lalu, lebih dari 15 event olahraga telah digelar di Kota Pariaman, dari level lokal hingga nasional. Mulai dari sepak bola, tenis, lari, sepatu roda, bela diri, hingga senam kreasi. Ini menjadi bukti bahwa sport tourism memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kunjungan wisatawan,” jelasnya.

Tidak hanya menarik peserta dan penonton, penyelenggaraan event olahraga juga berdampak langsung pada sektor penginapan, UMKM, transportasi lokal, hingga rumah makan rakyat.

Di tengah keterbatasan anggaran, penyelenggaraan event olahraga di Kota Pariaman justru menunjukkan model kolaborasi yang efektif antara pemerintah dan komunitas.

Pemerintah Kota berperan sebagai fasilitator dan penyedia infrastruktur, sementara komunitas olahraga lokal menjadi motor utama penggerak kegiatan.

“Hotel, homestay, dan rumah-rumah warga sering penuh saat event berlangsung. Ini bukti bahwa kegiatan olahraga bisa memberikan efek domino pada ekonomi warga, bukan hanya pelaku wisata formal,” terang Wali Kota.

Sport tourism bukan hanya soal promosi pariwisata. Menurut data sementara dari dinas terkait, length of stay wisatawan saat event olahraga meningkat. Hal ini berdampak pada peningkatan belanja di sektor oleh-oleh, kuliner, jasa transportasi, hingga warung-warung kecil di sekitar lokasi acara.

Model ini juga dinilai efektif dalam mendistribusikan manfaat ekonomi secara lebih merata kepada masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan menengah.

Melihat dampak positif yang telah dirasakan, Pemerintah Kota Pariaman menegaskan akan terus mengembangkan sport tourism sebagai sektor unggulan ke depan.

“Target kami jelas: menjadikan Kota Pariaman sebagai tuan rumah rutin event olahraga regional dan nasional. Kami percaya dengan sport tourism, kita bisa memperpanjang durasi tinggal wisatawan dan meningkatkan belanja mereka di kota ini,” tegasnya.

Kota Pariaman tengah menyiapkan kalender event tahunan yang menggabungkan olahraga, budaya, dan wisata religi sebagai strategi penguatan ekonomi berbasis komunitas.

Pemerintah Kota berharap dukungan penuh dari masyarakat, pelaku usaha, komunitas olahraga, serta pihak swasta untuk ikut ambil bagian dalam membangun Kota Pariaman sebagai destinasi sport tourism yang kuat dan berkelanjutan.

“Sport tourism bukan hanya soal event. Ini tentang bagaimana kita mengubah kegiatan olahraga menjadi kekuatan ekonomi yang dirasakan oleh semua lapisan masyarakat,” pungkasnya. (A/F)

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *