infopariaman.com – Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, mendorong seluruh desa dan kelurahan di Kota Pariaman untuk mengelola sampah secara mandiri melalui program satu desa/kelurahan satu bank sampah. Hal ini disampaikan saat membuka Focus Group Discussion (FGD) terkait pengelolaan sampah di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Pariaman.

Kegiatan ini digelar oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) dan melibatkan kepala desa, lurah, tokoh masyarakat, serta perwakilan SKPD di Kota Pariaman.

Mulyadi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengelola sampah. “Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendiri, perlu keterlibatan semua pihak. Forum ini harus menjadi langkah strategis untuk meyakinkan masyarakat dalam pengelolaan sampah yang baik dan benar,” ujarnya.

Menurut Mulyadi, FGD ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi wadah untuk mengumpulkan ide dan gagasan agar program bank sampah bisa diterapkan secara efektif. Ia menargetkan pada 3-4 tahun ke depan, sekitar 80 persen sampah di Kota Pariaman dapat terkelola dengan baik.

Kepala Dinas Perkim LH, Feri Andri, menjelaskan bahwa setiap desa dan kelurahan wajib memiliki bank sampah. Sampah organik dan anorganik akan dibeli dan dijemput langsung untuk diolah kembali, sementara residu dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah.

Feri menambahkan, Pemko Pariaman telah menyiapkan anggaran hampir Rp2 miliar untuk pengangkutan sampah ke TPA Air Dingin Padang tahun depan. Selain itu, program bank sampah seperti Sabiju Liber (Sampah Bisa Jadi Uang dan Lingkungan Jadi Bersih) dan Sebotik (Sedekah Botol Plastik) juga telah dijalankan untuk mendorong partisipasi warga.

“Melalui bank sampah, sampah tidak hanya tertata, tetapi juga bernilai ekonomis. Ini menjadi pilot project bagi masyarakat dan upaya kita menuju lingkungan yang bersih serta berkelanjutan,” pungkas Feri. (A/F)

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *