Dalam sambutannya, Yota Balad menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan Bahaso Piaman sebagai warisan budaya tak benda yang menjadi identitas masyarakat pesisir Minangkabau. Menurutnya, di tengah arus modernisasi, pelestarian bahasa daerah menjadi kunci dalam mempertahankan jati diri dan nilai-nilai luhur masyarakat.

Bahaso Piaman bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga cerminan filosofi hidup dan kekayaan sejarah kita. Melalui festival ini, kita ingin menumbuhkan rasa bangga pada generasi muda agar aktif menggunakan bahasa ibu mereka. Ini bentuk komitmen bersama untuk menjaga bahasa daerah agar tidak lekang oleh waktu dan tetap dikenal generasi penerus,” ujarnya.

Festival Bahaso Piaman Tahun 2025 mengangkat tema “Rajut Budaya Daerah dengan Menggalakkan Bahasa Ibu, Bahasa Hidup Budaya Lestari.” Kegiatan ini diselenggarakan oleh K3S Kecamatan Pariaman Utara dengan total hadiah sebesar Rp 6 juta. Beragam lomba digelar dalam festival tersebut, antara lain bacarito (bercerita), bapidato (berpidato), badendang & manulih (berdendang dan menulis), serta mambaco pantun (membaca pantun).

Yota menegaskan bahwa festival ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian bahasa daerah. Ia juga mendorong agar kegiatan serupa menjadi agenda rutin di sekolah-sekolah.

“Festival ini bukan hanya ajang lomba, tapi juga sarana untuk membangkitkan kecintaan terhadap bahasa daerah. Kami mengajak para guru agar turut memperkenalkan bahasa Minang yang baik dan benar kepada peserta didik,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, Ketua TP PKK Kota Pariaman Yosneli Balad, Ketua GOW Kota Pariaman Dina Mulyadi, Ketua DWP Kota Pariaman Nelvia Afrizal, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat Rahmat, para niniak mamak, pengurus LKAAM Kota Pariaman, dan sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemko Pariaman.

“Kepada seluruh peserta Festival Bahaso Piaman, mari jadikan kegiatan ini sebagai awal untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya Piaman. Semoga bahasa daerah ini terus hidup dalam keseharian dan menjadi bagian dari karakter generasi muda di masa depan,” tutup Yota.

infopariaman.com – Wali Kota Pariaman Yota Balad membuka Festival Bahaso Piaman tingkat Sekolah Dasar se-Kota Pariaman Tahun 2025 di SDN 23 Balai Nareh, Kecamatan Pariaman Utara, Kamis (30/10).

Dalam sambutannya, Yota Balad menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan Bahaso Piaman sebagai warisan budaya tak benda yang menjadi identitas masyarakat pesisir Minangkabau. Menurutnya, di tengah arus modernisasi, pelestarian bahasa daerah menjadi kunci dalam mempertahankan jati diri dan nilai-nilai luhur masyarakat.

Bahaso Piaman bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga cerminan filosofi hidup dan kekayaan sejarah kita. Melalui festival ini, kita ingin menumbuhkan rasa bangga pada generasi muda agar aktif menggunakan bahasa ibu mereka. Ini bentuk komitmen bersama untuk menjaga bahasa daerah agar tidak lekang oleh waktu dan tetap dikenal generasi penerus,” ujarnya.

Festival Bahaso Piaman Tahun 2025 mengangkat tema “Rajut Budaya Daerah dengan Menggalakkan Bahasa Ibu, Bahasa Hidup Budaya Lestari.” Kegiatan ini diselenggarakan oleh K3S Kecamatan Pariaman Utara dengan total hadiah sebesar Rp 6 juta. Beragam lomba digelar dalam festival tersebut, antara lain bacarito (bercerita), bapidato (berpidato), badendang & manulih (berdendang dan menulis), serta mambaco pantun (membaca pantun).

Yota menegaskan bahwa festival ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian bahasa daerah. Ia juga mendorong agar kegiatan serupa menjadi agenda rutin di sekolah-sekolah.

“Festival ini bukan hanya ajang lomba, tapi juga sarana untuk membangkitkan kecintaan terhadap bahasa daerah. Kami mengajak para guru agar turut memperkenalkan bahasa Minang yang baik dan benar kepada peserta didik,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, Ketua TP PKK Kota Pariaman Yosneli Balad, Ketua GOW Kota Pariaman Dina Mulyadi, Ketua DWP Kota Pariaman Nelvia Afrizal, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat Rahmat, para niniak mamak, pengurus LKAAM Kota Pariaman, dan sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemko Pariaman.

“Kepada seluruh peserta Festival Bahaso Piaman, mari jadikan kegiatan ini sebagai awal untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya Piaman. Semoga bahasa daerah ini terus hidup dalam keseharian dan menjadi bagian dari karakter generasi muda di masa depan,” tutup Yota. (A/F)

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *