infopariaman.com – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Padang Pariaman sejak Sabtu (22/11/2025) hingga Minggu pagi (23/11/2025) menyebabkan banjir, tanah longsor, dan angin kencang di sejumlah wilayah.
Hujan lebat yang turun tanpa henti selama hampir 24 jam membuat debit air sungai meluap dan memicu bencana di berbagai titik.
BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di daerah tersebut.
Berdasarkan laporan resmi BPBD Padang Pariaman, terdapat 11 kecamatan dan 17 nagari yang terdampak. Sebanyak 10 titik banjir, 5 titik longsor, dan 2 lokasi pohon tumbang ditemukan di sepanjang wilayah kabupaten.
Wilayah Terdampak Banjir
Banjir dilaporkan terjadi di tujuh kecamatan, yaitu:
• Kecamatan Lubuk Alung (Nagari Lubuk Alung)
• Batang Anai (Kasang, Katapiang)
• Sintuak Toboh Gadang (Sintuak)
• Ulakan Tapakih (Kampuang Galapuang Ulakan, Manggopoh Palak Gadang)
• 2×11 Enam Lingkung (Sicincin, Lubuk Pandan)
• Anam Lingkuang (Pakandangan)
• Nan Sabaris (Sunua Tengah)
Rata-rata ketinggian air mencapai 30–100 cm, dan sedikitnya 190 KK terdampak serta rumah mereka terendam banjir.
Wilayah Terdampak Tanah Longsor
Empat kecamatan dilanda longsor, yaitu:
• Anam Lingkuang (Parik Malintang)
• 2×11 Kayu Tanam (Kapalo Hilalang, Anduriang)
• Batang Gasan (Gasan Gadang)
• V Koto (Sikucua Barat)
Longsor menyebabkan sejumlah badan jalan tertimbun dan bangunan sekolah, termasuk SDN 10 Batang Gasan, mengalami kerusakan.
Angin Kencang dan Kerusakan Infrastruktur
Dua kecamatan menjadi lokasi angin kencang:
• Ulakan Tapakih (Tapakih)
• Sungai Garinggiang (Sungai Sirah Kuranji Hulu)
Data sementara mencatat kerusakan infrastruktur sebagai berikut:
• Rumah rusak: 1 unit
• Jalan rusak: 2 titik, termasuk akses depan RSUD Padang Pariaman menuju Polres yang putus total
• Jembatan rusak: 2 unit
• Irigasi/bendungan rusak: 2 unit
• Fasilitas pendidikan: 1 sekolah rusak
• Lahan pertanian: masih dalam pendataan
BPBD menyebutkan bahwa tak ada laporan korban jiwa hingga Minggu siang.
Respons dan Penanganan Darurat
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama BPBD langsung melakukan peninjauan ke lokasi bencana.
Tim gabungan yang terdiri dari Pemda, TNI, Polri, PUPR, Satpol PP Damkar, Kominfo, serta relawan bencana diterjunkan ke titik-titik terdampak.
Langkah cepat yang telah dilakukan:
• Evakuasi warga terdampak
• Pendataan kerugian dan pemetaan kawasan rawan
• Pendirian dapur umum oleh pemerintah nagari
• Koordinasi lintas instansi melalui rapat darurat BPBD
• Pembersihan material longsor serta upaya membuka akses jalan
Kondisi terkini menunjukkan sebagian lokasi banjir mulai surut, namun hujan masih berlangsung.
Pemerintah menyebutkan kebutuhan mendesak saat ini adalah alat berat untuk penanganan longsor dan dapur umum untuk warga yang mengungsi.
Update situasi ini disampaikan BPBD Padang Pariaman pada Minggu, 23 November 2025, pukul 14.00 WIB, dan akan diperbarui apabila ada laporan tambahan. (A/F)
