infopariaman.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menggelar rapat koordinasi khusus membahas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi yang melanda Provinsi Sumatera Barat.

Rapat berlangsung di Auditorium Gubernur Sumatera Barat dan dihadiri kepala daerah dari wilayah terdampak, termasuk Wali Kota Pariaman, Yota Balad, Selasa (14/1).

Dalam arahannya, Mendagri menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah guna mempercepat pemulihan infrastruktur serta perekonomian masyarakat.

Fokus utama diarahkan pada perbaikan akses jalan, jembatan, jaringan listrik, dan sistem air bersih yang rusak akibat banjir dan tanah longsor.

“Penanganan harus dimulai dari pemetaan masalah yang akurat. Semakin tepat data kerusakan, semakin baik strategi penanganannya. Dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat, sebanyak 16 daerah terdampak bencana. Namun secara umum, pemerintahan di kabupaten dan kota sudah kembali berjalan,” ujar Tito Karnavian.

Mendagri juga menegaskan pentingnya penyampaian detail titik kerusakan, khususnya dalam dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), agar dapat segera ditindaklanjuti oleh kementerian terkait.

“Kita ingin detail titik kerusakan disampaikan agar bisa kita teruskan ke kementerian teknis seperti Kementerian PU, Kementerian Kesehatan, dan kementerian lainnya, sehingga semua bisa bergerak bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman Yota Balad melaporkan bahwa langkah-langkah darurat yang dilakukan Pemerintah Kota Pariaman pascakejadian bencana telah menunjukkan hasil positif. Aktivitas masyarakat, pasar, serta akses transportasi di Kota Pariaman kini berangsur normal.

“Kami melaporkan kepada Mendagri bahwa kondisi Kota Pariaman sudah mulai pulih. Bantuan telah disalurkan kepada korban bencana, termasuk pedagang dan pelaku usaha. Fokus kami saat ini adalah transisi dari masa darurat menuju rekonstruksi permanen,” ujar Yota Balad.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemko Pariaman telah menyerahkan dokumen R3P Kota Pariaman sebagai dasar percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kepala BNPB Suharyanto, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, serta jajaran Forkopimda Provinsi Sumatera Barat.(*)

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *