infopariaman.com – Seorang pemuda berinisial SR (22), warga Korong Asam Pulau, Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, terpaksa dirantai dan dikurung di salah satu kamar rumah orang tuanya setelah diduga menganiaya ibu kandungnya sendiri.
S diduga memukul ibunya, L alias Upiak, hingga mengalami luka di bagian hidung dan sempat tidak sadarkan diri.
Korban bahkan harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat kejadian tersebut.
Menurut pengakuan Upiak, kondisi emosi anaknya mulai tidak stabil sejak kecanduan menghirup lem dan minyak pertalite.
Bahkan, setelah lem mulai sulit didapatkan, S beralih menghirup pertalite yang disebut lebih parah pengaruhnya.
“Dia sering mabuk minyak pertalite. Pulang dari luar sudah bau minyak. Saya marahi, lalu saya dipukul sampai hidung berdarah dan tidak sadar,” ujar Upiak saat ditemui di rumahnya, Kamis (21/5).
Peristiwa penganiayaan itu terjadi sekitar 15 hari lalu.
Karena khawatir anaknya kembali mengamuk dan membahayakan keluarga, pihak keluarga terpaksa mengurung dan merantai kaki S di dalam kamar.
Upiak mengaku anaknya sudah kecanduan ngelem sejak dua tahun terakhir. Berbagai upaya pengobatan dan rehabilitasi pernah dilakukan, termasuk membawanya ke tempat rehabilitasi di Kota Padang.
Namun karena keterbatasan biaya, keluarga tidak sanggup melanjutkan pengobatan tersebut.
“Saya pernah bawa ke rehabilitasi, tapi biayanya sekitar tiga juta rupiah per bulan dan tidak ditanggung BPJS,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah dapat membantu proses pemulihan anaknya agar terbebas dari ketergantungan lem dan pertalite.
Harapan itu juga disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Sementara itu, Babinkamtibmas setempat, Aipda Ongki Roza membenarkan adanya kasus penganiayaan tersebut.
Menurutnya, S kerap mengamuk ketika keinginannya tidak dipenuhi.
“Kalau tidak dirantai, dia sering kabur lewat loteng rumah,” ujar Ongki.
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Endarmy yang juga tokoh masyarakat Nagari Anduriang mengaku prihatin dengan kondisi S dan keluarganya.
Ia meminta dinas terkait segera turun tangan memberikan penanganan serius.
Endarmy menyebut pihaknya bersama unsur pemerintah provinsi berencana mengunjungi S dalam waktu dekat guna mencari solusi terbaik bagi pemulihan pemuda tersebut. (*)
