infopariaman.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menindaklanjuti persoalan hunian bagi masyarakat terdampak bencana, khususnya di Kabupaten Padang Pariaman, dengan memulai pembangunan Hunian Sementara (Huntara). 

Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Huntara Provinsi Sumatera Barat yang dipusatkan di Kabupaten Padang Pariaman.

Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, didampingi Sekretaris Utama BNPB, unsur Forkopimda Provinsi Sumatera Barat, Forkopimda Kabupaten Padang Pariaman, serta jajaran terkait lainnya.

Kegiatan tersebut juga diikuti secara daring melalui Zoom Meeting oleh sejumlah kepala daerah kabupaten/kota di Sumatera Barat yang turut terdampak bencana, di antaranya Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Lima Puluh Kota.

Pembangunan Huntara berlokasi di kawasan Asam Pulau, Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, dengan luas lahan sekitar 1,7 hektare. 

Lahan tersebut disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. Pada tahap awal, diusulkan pembangunan sebanyak 34 unit Huntara untuk masyarakat terdampak bencana.

Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi berharap seluruh bupati dan wali kota di Sumatera Barat segera menyiapkan lokasi dan lahan di daerah masing-masing guna mempercepat pembangunan hunian sementara bagi masyarakat terdampak.

“Kita berharap hunian sementara ini nantinya dapat berlanjut menjadi hunian tetap. Oleh karena itu, lokasi Huntara sejak awal perlu disiapkan sekaligus untuk Huntap,” ujar Mahyeldi.

Ia menjelaskan, pembangunan Huntara dilaksanakan oleh BNPB, sedangkan untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap) ke depan akan difasilitasi oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Selain pembangunan hunian, pemerintah juga terus mempercepat pemulihan infrastruktur pendukung. 

Saat ini, pemasangan jembatan Bailey di ruas Kayu Tanam–Padang Mantuang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, telah mencapai progres sekitar 55 persen. Jembatan sepanjang 40 meter tersebut ditargetkan rampung dalam dua hari ke depan.

Pada kesempatan itu, Gubernur Mahyeldi juga menyapa para bupati dan wali kota yang hadir secara daring serta menyampaikan pesan kepada masyarakat Sumatera Barat.

“Kita tidak sendiri. Negara hadir untuk masyarakat. Pemerintah akan terus memfasilitasi kebutuhan dan pemulihan bagi masyarakat yang terdampak musibah,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA), menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kehadiran langsung Gubernur Sumatera Barat beserta Sekretaris Utama BNPB yang sejak awal bencana terus memantau kondisi di Sumatera Barat, khususnya di Padang Pariaman.

Ia juga mengapresiasi gerak cepat BNPB dalam merealisasikan pembangunan Huntara bagi masyarakat terdampak bencana.

“Lokasi Huntara ini kami nilai sangat aman dan strategis bagi masyarakat yang kehilangan rumah dan mengalami dampak bencana berat,” ujar JKA.

Lebih lanjut, Bupati JKA menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman telah menyiapkan lokasi tersebut tidak hanya untuk pembangunan Huntara, tetapi juga diusulkan sebagai lokasi Hunian Tetap (Huntap) ke depan.

“Kita sudah siapkan lahan ini untuk Huntara sekaligus Huntap bagi masyarakat Asam Pulau dan Pasia Laweh. Lokasinya strategis, tidak jauh dari tempat tinggal awal masyarakat, dan Insya Allah aman untuk jangka panjang,” pungkasnya. (F)

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *