infopariaman.com – Salah satu ikon kuliner Indonesia di luar negeri, Warong Nasi Pariaman, yang dikenal sebagai kedai nasi Padang tertua di Singapura, resmi mengumumkan akan menutup operasionalnya secara permanen.

Kabar penutupan tersebut disampaikan langsung oleh manajemen restoran melalui akun Instagram @pariamanmasakanpadang pada Senin (20/1/2026). 

Dalam pengumuman itu disebutkan bahwa Warong Nasi Pariaman akan berhenti beroperasi pada 31 Januari 2026.

Manajemen menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pelanggan atas dukungan, kepercayaan, dan kenangan yang telah terjalin selama puluhan tahun. 

Unggahan tersebut langsung menuai beragam reaksi dari warganet, terutama pelanggan setia yang mengaku memiliki kenangan masa kecil bersama hidangan khas restoran tersebut.

Warong Nasi Pariaman berlokasi di 738 North Bridge Road, kawasan Kampong Glam, tidak jauh dari Masjid Sultan. 

Kawasan ini dikenal sebagai pusat sejarah komunitas Melayu Muslim serta destinasi kuliner khas regional di Singapura.

Restoran legendaris ini didirikan oleh Haji Isrin, seorang perantau asal Pariaman, Sumatera Barat. 

Sejak berdiri, usaha kuliner tersebut diwariskan secara turun-temurun dalam lingkup keluarga dan tetap mempertahankan cita rasa autentik Minangkabau.

Warong Nasi Pariaman dikenal menyajikan berbagai hidangan khas Padang seperti rendang sapi, ikan bakar asap, ayam gulai, sotong kalio, perkedel, telur balado, hingga acar timun kuning. Ragam lauk pauk tersebut menjadikan restoran ini favorit warga lokal maupun wisatawan mancanegara.

Berdasarkan catatan National Library Board Singapura yang dikutip The Straits Times pada Jumat (23/1), Warong Nasi Pariaman diyakini sebagai kedai nasi Padang tertua yang masih beroperasi di Singapura hingga saat ini.

Meski demikian, pihak manajemen tidak menyampaikan secara resmi alasan penutupan restoran tersebut.

Namun, sejumlah laporan media menyebutkan bahwa kenaikan biaya sewa di kawasan Kampong Glam menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan tersebut. 

Disebutkan, harga sewa mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dari sekitar SGD 3.000 menjadi hampir SGD 10.000 per bulan, sehingga meningkatkan beban operasional usaha.

Penutupan Warong Nasi Pariaman menandai berakhirnya perjalanan panjang salah satu ikon kuliner Indonesia di negeri tetangga. 

Hampir delapan dekade, tempat makan ini telah menjadi bagian dari sejarah kuliner Singapura dan kenangan lintas generasi, khususnya bagi komunitas Indonesia dan para pecinta nasi Padang. (*)

Soure: batampos.jawapos.com

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *