infopariaman.com — Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Sekolah Dasar se-Kota Pariaman menyelenggarakan kegiatan peningkatan kompetensi bagi Kepala Sekolah SD Negeri dan Swasta. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Balaikota Pariaman selama dua hari, 10–11 September 2025.
Acara dibuka oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Pariaman, Hertati Taher. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif mandiri yang dilakukan oleh K3S sebagai bentuk kesadaran kolektif untuk terus mengembangkan kapasitas kepemimpinan di lingkungan sekolah dasar.
“Kepala sekolah bukan hanya manajer, tetapi juga pemimpin pembelajaran, inovator, dan motivator di lingkungan sekolah. Melalui pelatihan ini, diharapkan para kepala sekolah memiliki bekal yang memadai untuk membawa sekolahnya menjadi lebih unggul dan adaptif,” ujar Hertati.
Ia menekankan pentingnya transformasi pola pikir dalam kepemimpinan pendidikan, dari pola pikir tetap (fixed mindset) menjadi pola pikir berkembang (growth mindset). Proses ini menjadi dasar untuk menerapkan pembelajaran mendalam di sekolah — pendekatan yang menekankan pemahaman konsep secara menyeluruh, melalui proses yang bermakna, menyenangkan, dan berkesadaran.
“Dengan pendekatan ini, kita ingin mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, reflektif, dan kolaboratif siswa, agar ilmu yang dipelajari dapat diterapkan dalam kehidupan nyata,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Buyung, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 82 kepala sekolah dari SD Negeri dan Swasta di Kota Pariaman. Kegiatan menghadirkan narasumber dari Inspektorat, Dinas Pendidikan, pengawas sekolah, serta kepala sekolah yang telah mengikuti pelatihan di tingkat provinsi.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong kepala sekolah agar terus berinovasi dalam mengelola satuan pendidikan, terutama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pelatihan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam membentuk kepala sekolah yang mampu menjalankan perannya sebagai pemimpin pembelajaran, manajer, pengawas, dan juga wirausahawan yang inovatif.
“Harapannya, ilmu yang diperoleh selama workshop ini bisa langsung diimplementasikan dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan sekolah,” tutup Buyung. (A/F)
