infopariaman.com – Wali Kota Pariaman, Yota Balad, secara resmi membuka Pelatihan Dasar (Latsar) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2026. Pembukaan latsar ditandai dengan apel gabungan CPNS yang digelar di Halaman Balai Kota Pariaman, Senin (19/1).

Dalam sambutannya, Yota Balad menegaskan bahwa Latsar bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan fase penting dalam membentuk karakter Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Ini adalah hari yang ditunggu oleh adik-adik CPNS. Setelah kurang lebih setahun bergabung, hari ini menjadi momen penting. Janji yang telah diucapkan harus dilaksanakan, karena kemudahan, prestasi, penghargaan, hingga jabatan akan mengikuti dengan sendirinya,” ujar Yota Balad.

Pelatihan Dasar CPNS Tahun 2026 ini diikuti oleh 148 CPNS dan diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Pariaman melalui metode blended learning dengan lima tahapan, yakni Massive Open Online Course (MOOC), e-learning tahap pertama, habituasi atau aktualisasi di tempat kerja, e-learning tahap kedua, serta pelatihan klasikal. 

Latsar dijadwalkan berlangsung hingga Mei 2026 dan peserta dibagi ke dalam empat kelompok.

Wali Kota juga mendorong para CPNS untuk memanfaatkan masa pelatihan sebagai sarana meningkatkan kompetensi serta mengubah pola pikir dari dilayani menjadi melayani. 

Ia menekankan pentingnya inovasi yang mendukung program unggulan Pemerintah Kota Pariaman di masing-masing organisasi perangkat daerah.

“Saudara-saudara adalah putra-putri terbaik yang terpilih. Dengan kehadiran para CPNS di OPD, saya berharap kinerja pemerintah daerah semakin maju dan responsif,” tambahnya.

Acara pembukaan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal Azhar, serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman.

Menutup sambutannya, Yota Balad kembali menegaskan pentingnya integritas, komitmen, adaptivitas, dan kolaborasi bagi seluruh ASN, khususnya CPNS. 

Ia menekankan bahwa jenjang karier harus diraih melalui prestasi dan kinerja, bukan cara-cara yang tidak sehat, serta dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku. (F)

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *