infopariaman.com – Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 yang digelar di Aula Anggun Nan Tongga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Kamis (22/1).

High Level Meeting TPID Triwulan I Tahun 2026 ini mengangkat tema sinergi pengendalian harga pangan pasca bencana serta persiapan menghadapi bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sumatera Barat saat ini menghadapi dampak kerusakan lahan pertanian, peternakan, perikanan, serta infrastruktur irigasi dan jalan akibat bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu. 

Kondisi tersebut dinilai berpengaruh terhadap pasokan pangan, terutama menjelang meningkatnya konsumsi pada bulan Ramadan Februari 2026 dan Idul Fitri Maret 2026.

Untuk itu, Mahyeldi menekankan pentingnya memperkuat koordinasi antara TPID Provinsi dengan TPID Kabupaten dan Kota guna menjaga stabilitas harga pangan di tengah tantangan pemulihan pasca bencana.

Ia juga menyebutkan bahwa berdasarkan data tiga tahun terakhir, komoditas pangan yang kerap memicu inflasi menjelang Ramadan dan Idul Fitri antara lain beras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, minyak goreng, gula pasir, daging ayam, dan telur ayam ras. Komoditas-komoditas tersebut perlu diantisipasi bersama agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Pemerintah Kabupaten dan Kota diminta untuk memetakan ketersediaan serta kebutuhan pangan strategis, sekaligus menyusun rencana aksi nyata guna mencegah lonjakan harga dan praktik penimbunan. 

Dengan langkah-langkah konkret, diharapkan inflasi di Sumatera Barat pada tahun 2026 dapat tetap terkendali dan membaik, ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi usai mengikuti HLM TPID Triwulan I Tahun 2026 menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pariaman akan melakukan pemantauan harga secara intensif di pasar rakyat untuk mencegah spekulasi harga menjelang bulan suci Ramadan 2026.

Selain itu, Pemko Pariaman juga akan merencanakan pelaksanaan operasi pasar murah secara berkala sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat, khususnya bagi warga yang terdampak kondisi ekonomi pasca bencana.

Sinergi adalah kunci. Kota Pariaman berkomitmen menjalankan instruksi TPID Provinsi agar gejolak harga pangan pasca bencana dapat ditekan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadan dengan tenang tanpa dibebani kenaikan harga yang ekstrem, ujar Mulyadi.

Ia berharap melalui pertemuan High Level Meeting ini, tingkat inflasi di Sumatera Barat, khususnya di Kota Pariaman, dapat tetap terjaga sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan, meskipun berada di tengah tantangan pemulihan pasca bencana. (*)

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *