infopariaman.com – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memutuskan untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah meskipun kondisi kualitas udara tengah menjadi perhatian. Kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan persiapan siswa menghadapi Ujian Tengah Semester (UTS) serta pentingnya menjaga kesehatan anak selama beraktivitas.
Keputusan itu disampaikan Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, dalam rapat bersama jajaran terkait di Ruang Rapat Bupati, Rabu (16/9/2026). Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Hendra Aswara, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DLHPKPP).
Berdasarkan hasil pemantauan Shelter Air Quality Monitoring System (AQMS) milik Dinas Lingkungan Hidup Padang Pariaman, indeks kualitas udara tercatat berada pada angka 162. Pemerintah daerah menyatakan kegiatan sekolah masih berlangsung, dengan tetap memperhatikan upaya perlindungan kesehatan bagi siswa dan masyarakat.
“Untuk saat ini masih dalam batas toleransi untuk beraktivitas di luar ruangan atau di lapangan terbuka,” ujar John Kenedy Azis.
Salah satu pertimbangan mempertahankan pembelajaran tatap muka adalah jadwal UTS yang diperkirakan berlangsung dalam dua hingga tiga minggu mendatang. Pemerintah daerah menilai waktu pembelajaran yang tersisa perlu dimanfaatkan untuk membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi ujian.
Selain itu, opsi pembelajaran dari rumah juga menjadi bahan pertimbangan. Menurut Bupati, anak-anak yang tidak bersekolah secara tatap muka belum tentu menghabiskan waktu di dalam rumah. Mereka masih berpotensi bermain dan beraktivitas di luar ruangan bersama teman-temannya.
“Walaupun dirumahkan, anak-anak ternyata masih banyak beraktivitas di luar rumah, bermain sepeda, bermain dengan teman-temannya di tempat terbuka,” jelasnya.
Dengan mempertimbangkan berbagai aspek tersebut, Pemkab Padang Pariaman menetapkan kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap dilaksanakan untuk sementara waktu. Namun, kebijakan ini akan terus dievaluasi sesuai perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara di daerah tersebut.
Bupati menegaskan, keselamatan dan kesehatan masyarakat tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. Karena itu, siswa maupun warga yang beraktivitas di luar rumah diimbau menggunakan masker sebagai langkah perlindungan.
“Kita tetap sekolah, tetapi dengan catatan warga dan anak-anak yang beraktivitas di luar rumah tetap menggunakan masker. Keputusan ini akan kita tinjau kembali tergantung perkembangan cuaca ke depan,” tegasnya.
Pemkab Padang Pariaman juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta mengikuti perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara melalui kanal informasi resmi pemerintah.
Pemantauan akan terus dilakukan sebagai bahan evaluasi untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan penyesuaian kebijakan pendidikan apabila situasi mengharuskannya.
“Semoga Allah SWT melindungi kita semua,” tutup John Kenedy Azis. (*)
