infopariaman.com – Kerajinan Sulaman Kapalo Samek dari Pasia Baru, Kabupaten Padang Pariaman, meraih peluang pasar baru melalui kesepakatan kontrak produksi senilai USD 22.000 atau diperkirakan sekitar Rp400 juta dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, Sabtu (17/10/2026).

Kesepakatan tersebut dicapai melalui kegiatan “business matching” antara Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Padang Pariaman dan PT Miumosa Artha Mandiri, perusahaan Indonesia yang bergerak di bidang desain, teknologi mode, dan produk gaya hidup.

Melalui kerja sama ini, Sulaman Kapalo Samek direncanakan menjadi bagian dari produk fesyen dengan merek Miumosa. 

Kesepakatan tersebut membuka peluang bagi kerajinan tradisional asal Pasia Baru untuk menjangkau pasar yang lebih luas melalui pengembangan produk fesyen kontemporer.

Keikutsertaan Sulaman Kapalo Samek dalam TEI 2026 merupakan bagian dari upaya memperluas pemasaran produk kerajinan daerah. 

Sebelumnya, produk tersebut meraih prestasi di Kriyanusa 2026 dan tampil dalam ajang Indonesia Creative Week Belgium 2026 di Antwerp, Belgia.

Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) RI kemudian menempatkan Sulaman Kapalo Samek Pasia Baru sebagai salah satu produk unggulan yang mewakili Dekranas dalam Trade Expo Indonesia tahun ini.

Ketua Dekranasda Kabupaten Padang Pariaman, Nita Christanti Azis, mengatakan kesepakatan tersebut menjadi peluang baru bagi keberlanjutan usaha para perajin sulaman di daerahnya.

“Alhamdulillah kita bertemu dengan sebuah peluang pasar baru bagi Sulaman Kapalo Samek. Ini adalah untuk para perajin kita di Padang Pariaman, untuk keberlangsungan usaha mereka, dan mudah-mudahan ini awal yang baik untuk kemajuan Kampung Sulam Kapalo Samek,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Nita didampingi Ketua Koperasi Wanita Sulaman Kapalo Samek Pasia Baru, Sispa Marlina, serta pengurus Dekranasda Padang Pariaman, Muhammad Fadhly. 

Kesepakatan dilakukan bersama Direktur Utama sekaligus pendiri PT Miumosa Artha Mandiri, Anindya Sukarni.

Anindya menjelaskan, perusahaannya menaruh perhatian pada nilai budaya dan cerita di balik suatu produk. 

Menurutnya, Sulaman Kapalo Samek memiliki daya tarik karena menggabungkan keindahan kerajinan dengan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun oleh perempuan di Pasia Baru.

“Miumosa tidak sekadar menjual barang fungsional, melainkan menjual kekayaan intelektual, warisan budaya, dan identitas Nusantara yang dituangkan ke dalam produk mode premium. Oleh sebab itu, kami tertarik dengan Sulaman Kapalo Samek Pasia Baru Padang Pariaman, indah sekali dan kuat dengan “story behind the product”-nya,” jelas Anindya.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyambut baik kesepakatan tersebut. Ia menilai kerja sama ini menjadi peluang bagi Sulaman Kapalo Samek untuk berkembang lebih jauh dan memperluas jangkauan pasarnya.

“Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman akan terus memberikan dukungan untuk perkembangan UKM Padang Pariaman, khususnya Sulaman Kapalo Samek Pasia Baru, dan Kampung Sulam Kapalo Samek akan segera kita wujudkan. Kami juga telah mendapatkan dukungan dari perbankan seperti Bank Nagari,” ungkapnya.

Setelah kesepakatan awal ini, kerja sama akan berlanjut ke sejumlah tahapan, mulai dari penyelesaian aspek legal dan komersial, pengembangan desain, pengelolaan rantai pasok dan produksi, integrasi teknologi serta kekayaan intelektual digital, hingga distribusi dan pemasaran produk.

Kesepakatan tersebut diharapkan membuka ruang lebih luas bagi para perajin Sulaman Kapalo Samek Pasia Baru untuk terlibat dalam rantai produksi fesyen dan meningkatkan keberlanjutan usaha kerajinan tradisional di Kabupaten Padang Pariaman. (*)

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *