infopariaman.com – Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis meninjau langsung operasional sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan pelaksanaan program pemenuhan gizi berjalan sesuai standar keamanan pangan dan sanitasi.
Dalam kunjungan pada Selasa (15/9/2026), Bupati didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman beserta jajaran. Tiga lokasi yang menjadi sasaran peninjauan yakni SPPG Ketaping, SPPG Anduang Sintuk, dan SPPG Lubuk Alung.
Peninjauan tersebut difokuskan pada pemeriksaan proses pengolahan makanan, kebersihan lingkungan dapur, penyimpanan bahan pangan, hingga sistem pengelolaan limbah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan makanan yang diproduksi dan disalurkan kepada penerima manfaat memenuhi persyaratan kebersihan, higiene, sanitasi, serta keamanan pangan.
Saat berada di lokasi, John Kenedy Azis memeriksa tahapan operasional dapur secara menyeluruh, mulai dari bahan pangan diterima, disimpan, diolah, hingga makanan siap dikemas dan didistribusikan. Menurutnya, pengawasan tidak cukup hanya melihat makanan yang telah selesai diproduksi, tetapi juga harus mencakup seluruh proses di balik penyajiannya.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan beberapa aspek yang perlu segera mendapat perhatian pengelola. Di antaranya kondisi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dinilai belum memenuhi ketentuan, serta pengelolaan sisa bahan makanan dan limbah hasil pengolahan yang masih membutuhkan pembenahan.
Tim juga mendapati sisa bumbu basah yang masih disimpan, berikut minyak jelantah dan sisa hasil penggorengan yang memerlukan penanganan lebih tepat. Temuan ini menjadi bahan evaluasi agar pengelolaan dapur berjalan lebih tertib dan risiko terhadap kebersihan maupun keamanan makanan dapat diminimalkan.
Bupati menegaskan bahwa persoalan sanitasi dan pengelolaan limbah tidak boleh dipandang sebagai hal sepele. Program pemenuhan gizi berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat sehingga setiap tahapan pelaksanaannya harus memenuhi standar yang berlaku.
“Jangan sampai kita kecolongan. Program ini menyangkut gizi dan kesehatan masyarakat. Karena itu, semua prosesnya harus benar-benar kita pastikan aman, bersih dan sesuai standar,” tegas John Kenedy Azis.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari banyaknya makanan yang diproduksi atau jumlah penerima manfaat yang dilayani. Mutu makanan, keamanan bahan pangan, serta kondisi lingkungan tempat pengolahan juga menjadi bagian penting yang harus dijaga.
Menindaklanjuti temuan di lapangan, Bupati meminta pengelola SPPG segera melakukan perbaikan terhadap bagian yang belum sesuai ketentuan. Pembenahan tersebut mencakup fasilitas IPAL, tata cara penyimpanan bahan dan sisa makanan, serta penanganan minyak jelantah dan limbah penggorengan.
“Kalau ada yang belum sesuai, segera diperbaiki. Jangan menunggu ada masalah baru kita bertindak,” ujarnya.
Untuk memastikan tindak lanjut berjalan, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman akan melanjutkan pengawasan dan evaluasi terhadap operasional SPPG. Kepala Dinas Kesehatan beserta jajaran juga diminta memperkuat pembinaan, khususnya dalam penerapan standar higiene, sanitasi, dan keamanan pangan.
Bupati berharap seluruh pengelola SPPG memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga kualitas makanan dan kebersihan lingkungan dapur. Setiap kekurangan yang ditemukan, menurutnya, harus menjadi dasar perbaikan agar pelaksanaan program semakin baik.
“Yang kita jaga bukan sekadar programnya, tetapi kesehatan masyarakat yang menerima manfaat. Karena itu, standar harus dipenuhi dan setiap kekurangan harus segera dibenahi,” katanya.
Melalui peninjauan langsung tersebut, Pemkab Padang Pariaman menegaskan pentingnya pengawasan di lapangan agar program pemenuhan gizi tidak hanya terlaksana secara administratif, tetapi juga memenuhi standar operasional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)
