infopariaman.com – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI turun langsung ke Kabupaten Padang Pariaman untuk memverifikasi data rumah masyarakat terdampak bencana sekaligus menyiapkan program pemberdayaan perempuan melalui Kebun Pangan Perempuan, Sabtu (12/9/2026).
Sebelum melakukan peninjauan lapangan, tim Kementerian PPPA berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Kantor Bupati. Koordinasi ini bertujuan memastikan data administrasi sesuai dengan kondisi nyata masyarakat di lapangan.
Asisten Deputi Bidang Politik, Hukum, Keamanan dan Pemerintah Daerah Wilayah II Kementerian PPPA, Iip Ilham Firman, menegaskan bahwa akurasi data menjadi kunci agar penanganan pascabencana berjalan tepat sasaran, terutama bagi kelompok perempuan dan anak.
“Data harus benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Dengan data yang akurat, kita dapat melihat kebutuhan masyarakat secara lebih jelas sehingga intervensi yang diberikan nantinya tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.
Selain verifikasi rumah terdampak, Kementerian PPPA juga mempersiapkan program Kebun Pangan Perempuan yang direncanakan menyasar empat kecamatan, yakni Lubuk Alung, Batang Anai, Enam Lingkung, dan V Koto Timur.
Program ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus mendorong perempuan lebih produktif dan mandiri secara ekonomi melalui pemanfaatan potensi lahan di lingkungan masing-masing.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menyambut baik dukungan tersebut. Sinergi pemerintah pusat, daerah, hingga nagari dinilai penting untuk mempercepat pemulihan pascabencana, tidak hanya melalui perbaikan fisik, tetapi juga penguatan ketahanan keluarga dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Padang Pariaman, Indra Utama, serta unsur Bapelitbangda, DPMD, BPBD, Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum, camat, dan wali nagari terkait.
Melalui verifikasi dan sinkronisasi data tersebut, pemerintah berharap perencanaan pemulihan semakin akurat dan sesuai kebutuhan masyarakat. Sementara itu, program Kebun Pangan Perempuan diharapkan menjadi langkah nyata untuk memperkuat kemandirian perempuan dan ketahanan keluarga di wilayah terdampak bencana. (*)
