infopariaman.com – Identitas pria yang ditemukan meninggal dunia di bawah jembatan layang (flyover) kawasan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian.
Korban diketahui bernama Rusli (40), warga Kelurahan Salembaran, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
Kepastian identitas tersebut diperoleh setelah tim identifikasi melakukan pemeriksaan sidik jari secara manual dan mencocokkannya dengan data kependudukan.
Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman, AKP Nedra Wati, mengatakan proses identifikasi menjadi langkah penting dalam mengungkap penyelidikan kasus tersebut.
“Korban berhasil diidentifikasi atas nama Rusli, laki-laki berusia 40 tahun. Identitas diperoleh melalui pemeriksaan identifikasi yang dilakukan tim,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Berdasarkan data kependudukan, Rusli lahir di Tangerang pada 25 November 1985, beragama Islam, berstatus belum menikah, dan bekerja sebagai karyawan swasta.
Setelah identitas korban dipastikan, penyidik kini berupaya menelusuri pihak keluarga sekaligus mengungkap aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia di wilayah Batang Anai.
“Kami akan berkoordinasi dengan keluarga korban dan mendalami riwayat aktivitasnya sebelum kejadian,” kata AKP Nedra.
Meski identitas korban telah diketahui, polisi belum dapat memastikan penyebab kematian. Penyidik masih menunggu hasil autopsi dari tim medis RS Bhayangkara Padang sebagai dasar untuk menentukan penyebab pasti kematian korban.
“Hasil autopsi masih kami tunggu. Dari hasil itulah nantinya dapat dipastikan penyebab kematian korban,” jelasnya.
Sebelumnya, jasad Rusli ditemukan di bawah jembatan rel kereta api kawasan flyover BIM. Saat olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan tali berwarna hitam yang masih melingkar di leher korban disertai bekas jeratan.
Jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang remaja berusia 14 tahun sekitar pukul 17.00 WIB saat beristirahat usai berolahraga di atas flyover.
Karena curiga melihat seseorang dalam posisi tengkurap dan tidak bergerak di bawah jembatan, remaja itu melaporkan temuannya kepada orang tuanya yang kemudian diteruskan ke Polsek Batang Anai.
Petugas kepolisian bersama personel Polres Padang Pariaman segera mendatangi lokasi, mengamankan area, dan mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara Padang untuk menjalani autopsi.
Polisi menyatakan seluruh kemungkinan terkait penyebab kematian masih didalami. Hingga saat ini, penyidik belum menyimpulkan apakah korban meninggal akibat tindak pidana atau penyebab lainnya.
“Semua kemungkinan masih kami selidiki. Proses penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap penyebab kematian korban maupun ada atau tidaknya keterlibatan pihak lain dalam peristiwa ini,” tutup AKP Nedra Wati. (*)
