infopariaman.com – Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai hari pertama masuk sekolah di SD Negeri 21 Jalan Kereta Api, Kota Pariaman, Senin (13/7/2026).
Sebanyak 41 murid baru disambut hangat oleh para guru yang telah menunggu kedatangan mereka sejak pagi di gerbang sekolah.
Senyum dan rasa antusias tampak terpancar dari wajah para siswa yang baru memulai perjalanan pendidikan di bangku sekolah dasar.
Suasana semakin meriah ketika para guru mengajak anak-anak bernyanyi dan bermain sebagai bagian dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sehingga mereka lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru.
Penyambutan murid baru juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Pariaman, Hartati Taher, yang turut memberikan semangat dan ucapan selamat datang kepada para peserta didik.
Berbeda dengan sekolah pada umumnya, SDN 21 Jalan Kereta Api menghadirkan inovasi dalam penerimaan peserta didik baru.
Seluruh murid menjalani asesmen awal bersama psikolog untuk memetakan karakter, kemampuan, serta kebutuhan belajar masing-masing anak.
Kepala SDN 21 Jalan Kereta Api, Buyung, mengatakan asesmen tersebut bertujuan membantu guru memahami kondisi setiap peserta didik sehingga proses pembelajaran dapat disesuaikan dengan karakter dan potensi mereka.
“Melalui asesmen ini, guru dapat mengetahui karakter dan kondisi anak sejak awal. Selain itu, kami juga memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai pencegahan kekerasan terhadap anak sehingga sekolah dan keluarga dapat bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang aman,” ujarnya.
Tidak hanya itu, sekolah juga menghadirkan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pariaman serta Rumah Perlindungan Sosial Anak untuk memberikan pembekalan kepada orang tua, komite sekolah, dan para guru mengenai perlindungan anak.
Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Pariaman, Hartati Taher.
Menurutnya, langkah yang dilakukan SDN 21 Jalan Kereta Api dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
“Ini merupakan inovasi yang sangat baik. Ke depan bisa menjadi inspirasi bagi sekolah lain, bahkan dapat menjadi salah satu indikator dalam penilaian sekolah unggul yang memiliki terobosan untuk meningkatkan mutu pendidikan,” katanya.
Melalui pendekatan tersebut, SDN 21 Jalan Kereta Api berharap proses pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis, karakter, serta perlindungan anak sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di lingkungan sekolah. (*)
