infopariaman.com – Harapan besar kini menggantung di tengah puing-puing SDN 05 Batang Anai tepatnya di Korong Kuliek Kenagarian Sungai Buluah Timur yang ambruk akibat banjir dan longsor yang melanda kawasan Batang Anai.
Baik siswa maupun guru berharap sekolah mereka dapat segera dibangun kembali agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.
Plt. Kepala Sekolah, Lisa Rifendi, saat diwawancarai, Jum’at(5/12/2025) mengatakan bahwa hampir seluruh bangunan sekolah tidak bisa digunakan lagi setelah diterjang longsor dan banjir besar pada Kamis (27/11).
“Hanya ruangan perpustakaan yang masih berdiri, itu pun seluruh isi bukunya sudah tidak ada karena banjir masuk ke dalam ruangan,” ungkapnya.
Menurut Lisa, banjir mencapai atap sekolah, dan longsor membuat bangunan sekolah hancur total.
Buku pelajaran, meja, kursi, serta sarana prasarana siswa hancur. Bahkan smartboard bantuan Presiden yang baru diterima beberapa hari sebelumnya ikut rusak.
“Kami sangat membutuhkan bantuan sarana prasarana, buku pelajaran, serta seragam untuk murid. Banyak siswa yang sudah tidak memiliki perlengkapan sekolah sama sekali,” tambahnya.
SDN 05 Sungai Buluah memiliki 94 siswa, terdiri dari 50 siswa laki-laki dan 44 siswa perempuan, yang kini tidak lagi memiliki ruang belajar.
Dengan kondisi bangunan yang rata, seluruh siswa kemudian dialihkan sementara ke SDN 11 Batang Anai, Korong Salisiakan, mulai Kamis (4/11/2025).
Di sekolah sementara ini, siswa dijadwalkan akan mengikuti ujian semester pada 8–11 Desember 2025.
Di tengah kondisi berat itu, bantuan cepat datang dari Kapolres Padang Pariaman.
Lisa menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas respons cepat pihak kepolisian ketika ia meminta tenda darurat sebagai ruang belajar sementara.
“Alhamdulillah, saya sangat terharu sekali. Begitu cepatnya bapak Kapolres menanggapi apa yang saya minta. Hari ini langsung diberikan tenda darurat untuk anak-anak kami belajar,” ujarnya pada Jumat (5/12/2025).
Selain mendirikan tenda darurat, tim Polres Padang Pariaman juga memberikan trauma healing kepada para siswa serta pemeriksaan kesehatan bagi guru dan warga yang terdampak.
Meski bangunan sekolah telah hancur, semangat para guru dan siswa tidak ikut runtuh.
Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera membangun kembali sekolah tersebut agar pendidikan dapat kembali berlangsung di tempat yang layak.
“Kami berharap sekolah ini bisa dibangun kembali, agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman seperti biasa,” tutup Lisa Rifendi. (F)
