infopariaman.com – Libur Lebaran Idul Fitri di Kota Pariaman tahun ini kembali dimeriahkan oleh event tahunan “Piaman Barayo”, yang digelar selama tujuh hari, dari Selasa hingga Senin (1–7 April 2025).
Meski durasi lebih singkat dibanding tahun sebelumnya, kegiatan ini sukses mencatatkan total kunjungan sebanyak 162.552 jiwa, melampaui target yang ditetapkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sebanyak 80 ribu pengunjung.
Sebaran kunjungan ini terpantau di 11 objek wisata yang membentang sepanjang garis pantai, mulai dari Pantai Sunur hingga Desa Apar, dengan Pantai Gandoriah tetap menjadi destinasi favorit masyarakat.
Namun demikian, angka kunjungan tersebut mengalami penurunan sekitar 40 ribu jiwa dibanding tahun lalu.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, menyebut penyebab utamanya adalah durasi penyelenggaraan yang lebih pendek.
“Tahun lalu kita adakan selama 11 hari, sekarang hanya 7 hari,” ujarnya, Selasa (8/4).
Meski terjadi penurunan jumlah pengunjung, pendapatan dari sektor retribusi tiket masuk kawasan wisata justru meningkat.
Tercatat, pendapatan retribusi mencapai Rp384.965.000, naik sekitar Rp64 juta dari tahun sebelumnya.
Kenaikan ini dinilai sebagai hasil dari strategi pengelolaan yang lebih ketat dan sistematis oleh pemerintah kota.
“Kita melakukan antisipasi dengan menambah titik lokasi pemungutan tiket yang dijaga oleh petugas, terutama di jalur-jalur tikus yang biasa digunakan pengunjung untuk masuk tanpa membayar,” tambah Ferialdi.
Ke depan, Pemerintah Kota Pariaman berharap event tahunan seperti Piaman Barayo terus menjadi daya tarik wisata yang memberikan dampak positif terhadap ekonomi daerah dan masyarakat sekitar. (M/F)
