infopariaman.com – Setelah delapan tahun tidak diselenggarakan, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kota Pariaman kembali hadir. MTQ Nasional ke-IX Tahun 2026 tersebut resmi dibuka oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, di halaman Balai Kota Pariaman, Jumat sore (30/10/2026).

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gandang tambua oleh Wali Kota bersama Wakil Wali Kota Mulyadi, Ketua DPRD Muhajir Muslim, Kapolres Pariaman AKBP Agung Pranajaya, Sekretaris Daerah Afrizal Azhar, serta sejumlah unsur Forkopimda dan perwakilan instansi terkait.

Dalam sambutannya, Yota Balad menyebut MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat.

Ia menjelaskan, semangat tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kota Pariaman sebagai kota wisata yang maju dan kreatif berbasis agama serta budaya. Komitmen itu juga diwujudkan melalui program Pariaman RISALAH, yakni Beriman, Saleh dan Berakhlak.

Yota menegaskan, RISALAH tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, MDTA, masjid, surau, tokoh agama hingga seluruh lapisan masyarakat.

Sejumlah upaya yang menjadi bagian dari program tersebut di antaranya Satu Keluarga Satu Hafiz, Kembali ke Surau, serta Pesantren ASN. Ketiganya diarahkan untuk mendekatkan keluarga dengan Al-Qur’an, menghidupkan kembali fungsi surau sebagai pusat pembinaan keagamaan, serta mendorong aparatur pemerintah menjadi teladan dalam kehidupan beragama.

Lebih lanjut, Yota berharap MTQ dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an, tidak hanya melalui kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga memahami serta menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga menginginkan Kota Pariaman dikenal bukan hanya karena potensi pantai, budaya dan pariwisatanya, tetapi juga sebagai daerah dengan masyarakat yang religius, kehidupan surau yang aktif, serta generasi muda berakhlak baik.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, Yota mengajak ulama, guru, ninik mamak, tokoh masyarakat dan orang tua untuk ikut mengambil peran. Menurutnya, pembinaan karakter generasi muda membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

MTQ Nasional ke-IX tingkat Kota Pariaman tahun 2026 diikuti kafilah dari masing-masing kecamatan dengan berbagai cabang perlombaan. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kembali berjalannya tradisi MTQ di Kota Pariaman setelah delapan tahun terhenti.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Pariaman Yosneli Balad, Ketua GOW Dina Mulyadi, Ketua DWP Nelvia Afrizal, pimpinan BUMN dan BUMD, jajaran kepala OPD, camat, kepala KUA, pengurus FKDT dan MDTA, serta para kafilah peserta MTQ. (*)

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *