infopariaman.com – Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus diberikan secara adil tanpa diskriminasi kepada seluruh masyarakat, tanpa membedakan status sosial, ekonomi, suku, maupun agama.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan “Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) bagi ASN di Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Pariaman” yang digelar oleh Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia di Aula Balaikota Pariaman, Kamis (9/4/2026).

Dengan mengusung tema “Mewujudkan Akses Pelayanan Kesehatan Ramah HAM tanpa Diskriminasi”, Mulyadi menekankan pentingnya kesetaraan dalam memberikan layanan kesehatan.

“Tidak ada bedanya pasien BPJS maupun pasien mandiri. Semua pasien harus dilayani dengan baik dan berhak mendapatkan pelayanan yang berkualitas, ramah, serta manusiawi,” tegasnya.

Menurutnya, tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam pelayanan publik yang tidak hanya bertugas menyembuhkan penyakit secara medis, tetapi juga memberikan pelayanan dengan pendekatan kemanusiaan.

“Kesehatan adalah hak dasar manusia yang dijamin oleh konstitusi. Oleh karena itu, pelayanan kesehatan harus berlandaskan prinsip penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM,” jelasnya.

Ia juga mendorong seluruh fasilitas kesehatan di Kota Pariaman, mulai dari rumah sakit hingga puskesmas, untuk menjadi institusi yang humanis dan peduli terhadap nilai-nilai HAM, sehingga mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Kita ingin pelayanan kesehatan tidak hanya menyehatkan secara fisik, tetapi juga memberikan rasa aman, nyaman, dan adil bagi seluruh masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Sumatera Barat, Dewi Nofyenti, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan implementasi nilai-nilai HAM di kalangan ASN, khususnya tenaga medis dan tenaga kesehatan.

Ia menjelaskan bahwa penerapan prinsip HAM tidak hanya penting dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari visi nasional dalam berbagai program pembangunan.

“HAM memiliki posisi strategis dalam mendukung berbagai program pemerintah, termasuk ketahanan pangan, pemberian makanan bergizi, hingga penyelenggaraan pendidikan,” ujarnya.

Dewi berharap nilai-nilai HAM dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam memberikan pelayanan publik yang menjunjung tinggi martabat manusia tanpa diskriminasi.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman, di antaranya Asisten I Setdako Pariaman, staf ahli, kepala OPD, camat, serta jajaran Dinas Kesehatan dan puskesmas se-Kota Pariaman.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh ASN, khususnya tenaga kesehatan, dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan yang adil, setara, dan berorientasi pada penghormatan hak asasi manusia bagi seluruh masyarakat Kota Pariaman. (*)

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *