infopariaman.com – Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat Hidayat, membuka kegiatan Bimbingan Teknis Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Padang Pariaman bertema “Kesetaraan Gender dan Transformasi Politik” yang digelar di Aula Dinsos P3A, Pariaman, Kamis (13/11).

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) ini dihadiri Plt Kepala Dinsos P3A beserta jajaran, Rektor STES Padang Pariaman Dr. Nasfi, SE, MM sebagai narasumber, Ketua Partai Golkar Padang Pariaman Asmadi Basir, Ketua KPPI Padang Pariaman, serta puluhan kader perempuan dari berbagai partai politik.

Dalam sambutannya, Rahmat Hidayat mengapresiasi peran KPPI sebagai wadah komunikasi dan koordinasi bagi kader perempuan politik. 

Ia menilai, KPPI berkontribusi penting dalam memperkuat representasi perempuan di lembaga legislatif sekaligus memastikan isu perempuan, anak, dan kelompok rentan masuk dalam agenda pembangunan.

“Kami percaya kepemimpinan kolektif perempuan akan menjadi kekuatan moral dan politik yang menentukan arah kebijakan menuju keadilan dan kesetaraan,” ujarnya.

Rahmat menegaskan perlunya perempuan tampil sebagai pemimpin berkarakter, berintegritas, dan menjadi panutan di tengah masyarakat. 

Ia juga berharap partai politik memberi ruang lebih luas bagi perempuan untuk terlibat dan berkontribusi dalam dunia politik.

Wabup turut menyinggung minimnya keterwakilan perempuan di DPRD Padang Pariaman. 

Selama dua periode terakhir, tidak ada anggota legislatif perempuan, padahal UU Nomor 7 Tahun 2023 telah mengatur 30 persen kuota calon legislatif perempuan.

“Ibu-ibu jangan berkecil hati. Melalui KPPI, mari maksimalkan kapasitas diri agar siap menjadi bagian dari politik lima tahun mendatang,” pesan Rahmat.

Ia menyebut KPPI memiliki peran strategis dalam mengawal demokrasi yang berkeadilan melalui pendidikan politik, advokasi kebijakan, serta penguatan kapasitas kader perempuan.

Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen mendorong partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan dan memperjuangkan isu-isu strategis terkait perempuan dan anak.

Sementara itu, Sekretaris Dinsos P3A Suhatman dalam laporannya menjelaskan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kepercayaan diri kader perempuan dalam dunia politik, serta memperluas pemahaman tentang peran perempuan dalam pembangunan.

Selain materi politik dan kesetaraan gender, acara juga dirangkai dengan seminar pemberdayaan ekonomi bertema “Optimalisasi Media Sosial untuk Perluasan Pasar” yang diikuti 40 peserta dari KPPI dan 40 peserta dari IWAPI.

“Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh wawasan baru, siap berperan dalam politik lima tahun mendatang, serta mampu mandiri secara ekonomi,” ujar Suhatman. (A/F)

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *