infopariaman.com – Hampir 200 batang Bungo Lado diarak dalam puncak peringatan Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 di kawasan Masjid Raya IKK Ali Mukhni, Selasa (25/8/2026).
Tradisi khas masyarakat Padang Pariaman ini menjadi salah satu daya tarik dalam peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Arak-arakan dimulai dari halaman Kantor Bupati Padang Pariaman menuju Masjid Raya IKK Ali Mukhni.
Beragam bentuk dan warna Bungo Lado yang dibawa peserta menciptakan suasana meriah, sementara ribuan warga menyaksikan sepanjang rute hingga lokasi kegiatan.
Di balik tampilannya yang menarik, Bungo Lado memiliki makna yang erat dengan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Tradisi ini menjadi wujud kebersamaan, gotong royong, serta kegembiraan dalam menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW.
Bungo Lado tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan perayaan. Tradisi ini juga berkaitan dengan semangat infak dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat.
Dana yang terkumpul umumnya dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan maupun pemeliharaan sarana ibadah. Dengan demikian, Bungo Lado menghubungkan pelestarian budaya dengan kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun ini juga menjadi ruang partisipasi warga dalam menjaga kebersamaan serta meneruskan nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya.
Keberadaan Bungo Lado semakin mempertegas kekayaan tradisi Padang Pariaman. Tradisi ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia milik Kabupaten Padang Pariaman.
Pengakuan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian budaya daerah, sekaligus mendorong pengenalan tradisi Bungo Lado kepada masyarakat yang lebih luas, terutama generasi muda.
Arak-arakan hampir 200 batang Bungo Lado dalam Mauluik Gadang 2026 memperlihatkan bahwa tradisi ini tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Perpaduan nilai keagamaan, kebersamaan, dan kepedulian sosial menjadikannya salah satu identitas budaya yang melekat pada masyarakat Padang Pariaman. (*)
