infopariaman.com – Pemerintah Kota Pariaman mulai melakukan langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan yakni membagikan masker kepada siswa untuk membantu melindungi kesehatan mereka saat beraktivitas di sekolah.
Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama Ketua TP-PKK Kota Pariaman, Yosneli Balad, membagikan masker kepada siswa SMA Negeri 1 Pariaman dan SD Negeri 19 Pariaman pada Kamis (10/9/2026).
Yota mengatakan, pembagian masker tersebut akan dilakukan secara bertahap dan tidak terbatas pada dua sekolah itu saja. Pemerintah daerah berencana mendistribusikannya ke sekolah-sekolah lain di seluruh wilayah Kota Pariaman.
Menurutnya, langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), akibat paparan kabut asap.
“Pembagian masker ini nantinya akan terus kita lanjutkan dan distribusikan ke sekolah-sekolah lainnya di Kota Pariaman agar seluruh siswa terlindungi,” ujarnya.
Selain membagikan masker, Pemko Pariaman juga memantau perkembangan kualitas udara secara berkala. Hasil pemantauan tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan menerapkan pembelajaran jarak jauh apabila kondisi kabut asap semakin parah dan membahayakan kesehatan siswa.
“Apabila kondisi asap makin parah, kita akan laksanakan sekolah daring demi menjaga keselamatan dan kesehatan anak-anak kita,” kata Yota.
Ia juga mengimbau masyarakat, terutama orang tua dan siswa, untuk membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak. Penggunaan masker saat bepergian juga perlu diperhatikan sebagai langkah perlindungan selama kondisi udara belum membaik.
Melalui langkah tersebut, Pemko Pariaman berharap risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap dapat ditekan, sementara kegiatan pendidikan tetap berlangsung dengan mempertimbangkan keselamatan dan kondisi kesehatan para siswa. (*)
