infopariaman.com – Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyambut langsung kedatangan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto beserta rombongan di Bandara Internasional Minangkabau, Selasa (6/5/2025).
Penyambutan tersebut berlangsung di Ruang VVIP Bandara dalam suasana hangat dan penuh keakraban.
Turut hadir dalam penyambutan tersebut Wakil Gubernur Sumatera Barat, Danrem 032/Wira Braja, Danlanud Padang, Wakapolda Sumbar, Danlantamal II Padang, Sekretaris Utama BNPB, Wali Kota Padang, Wali Kota Pariaman, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumbar.
Kunjungan Kepala BNPB ke Sumatera Barat dalam rangka menghadiri Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana, yang juga mencakup kegiatan tambahan seperti kuliah umum di Convention Hall Universitas Andalas dan kunjungan ke RS Unand.
Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas penanggulangan bencana di daerah rawan seperti Sumbar.
Dalam wawancara singkat, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA), menyampaikan bahwa rombongan BNPB dijadwalkan mengunjungi beberapa titik pasca bencana di Padang Pariaman pada Kamis, 8 Mei 2025.
“Kepala BNPB bersama rombongan akan meninjau kondisi pasca bencana di Padang Pariaman, dimulai dari ruas jalan Ujung Gunung Salisikan (Sikuliek), kemudian dilanjutkan ke Jembatan Sikabu,” terang Bupati JKA.
Ia menambahkan, peninjauan ini menjadi bagian dari evaluasi dan percepatan penanganan dampak bencana, sekaligus wujud penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun ketangguhan terhadap risiko bencana di wilayah Sumatera Barat.
Dalam pertemuan VVIP, Kepala BNPB juga berdialog dengan para pimpinan daerah membahas isu-isu strategis penanggulangan bencana, mulai dari sistem peringatan dini, kesiapsiagaan masyarakat, hingga percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana.
Dengan kedatangan Kepala BNPB, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap ada dukungan lebih lanjut dari pusat untuk percepatan pemulihan infrastruktur serta penguatan sistem penanggulangan bencana berbasis komunitas di daerah. (F)
