infopariaman.com – Perjalanan menuju kegiatan Car Free Day (CFD) dimanfaatkan Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Minggu pagi (30/8/2026), Bupati bersama rombongan bersepeda dari Pendopo Bupati di Karan Aur, Kota Pariaman, menuju kawasan Kantor Wali Nagari Katapiang–Poltekpel Sumbar.
Di tengah perjalanan, rombongan menyempatkan diri singgah di Kedai Ajoeri, sebuah warung milik warga di Sungai Gimba, Nagari Padang Bintungan, Kecamatan Ulakan Tapakis.
Di sana, Bupati menikmati sarapan sederhana bersama masyarakat dengan sajian kuliner tradisional seperti katupek, lapek nagosari, sala, dan bakwan.
Suasana santai tersebut menjadi kesempatan bagi Bupati untuk berbincang dengan warga tanpa suasana formal.
Momen itu sekaligus dimanfaatkan untuk memperkenalkan kuliner lokal kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk para perantau yang pulang ke kampung halaman.
“Kalau dunsanak-dunsanak pulang dari rantau, cobolah singgah kemari. Khususnya di Kecamatan Ulakan Tapakis, Nagari Padang Bintungan. Cobolah terai Katupek Ajoeri. Lamak, alhamdulillah,” ujar Bupati.
Ajakan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap usaha kuliner masyarakat setempat. Warung dan pelaku UMKM lokal dinilai memiliki peluang untuk berkembang apabila semakin dikenal dan mendapat kunjungan dari masyarakat.
Usai sarapan, Bupati dan rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju lokasi CFD di kawasan Kantor Wali Nagari Katapiang–Poltekpel Sumbar.
Kegiatan CFD Padang Pariaman dijadwalkan berlangsung pukul 07.00 hingga 10.00 WIB.
Sejumlah aktivitas disiapkan untuk masyarakat, mulai dari Senam SKJ bersama ASN dan masyarakat, sepeda santai, jalan santai, hingga bazar UMKM.
Panitia juga menyiapkan permainan tendangan penalti berhadiah doorprize yang dipusatkan di Pos Pemuda Korong Simpang.Bupati mengajak masyarakat serta jajaran aparatur sipil negara (ASN) untuk berpartisipasi meramaikan kegiatan tersebut.
Menurutnya, CFD tidak hanya berfungsi sebagai sarana menjaga kebugaran, tetapi juga dapat menjadi ruang silaturahmi sekaligus kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produknya.
“Jangan hanya datang untuk berolahraga, tetapi mari kita manfaatkan CFD sebagai ruang berkumpul, bersilaturahmi, menikmati suasana dan mendukung UMKM lokal,” ajaknya.Rangkaian kegiatan sejak bersepeda, singgah di warung warga, hingga mengikuti CFD memperlihatkan bagaimana aktivitas sederhana dapat membuka ruang interaksi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi kuliner daerah.
Melalui kegiatan tersebut, CFD diharapkan terus berkembang menjadi ruang publik yang tidak hanya mendorong pola hidup sehat, tetapi juga menghidupkan usaha masyarakat dan memperluas promosi produk lokal.
Dari perjalanan bersepeda hingga sepiring katupek di kedai warga, Minggu pagi di Padang Pariaman menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengajak masyarakat ikut menggerakkan ekonomi lokal. (*)
