Badan Satandar Nasional Pendidikan (BSNP) dalam Daryanto & Karim (2017) menyebut Abad 21 merupakan abad pengetahuan di mana informasi mudah tersebar dan teknologi berkembang dengan pesat. Karaketeristik Abad 21 ditandai dengan semakin cepat. Daryannto & Karim (2017) juga mengungkapkan bahwa perkembangan dunia abad 21 ditandai dengan pemamfaatkan tenknologi informasi dan komunikasi dalam segala bidang.


Kondisi dunia Abad 21 akan lebih ramai yaitu lingkungan fisik akan lebih terancam. Ekonomi global akan lebih konpetitif dan saling tergantung satu sama lain. Sehingga, untuk menjawab tantangan pada Abad 21 yang demikian itu akan membutuhkan banyak keterampilan, kapasitas untuk berfikir dan berkomunikasi lebih kreatif serta mampu memecahkan masalah actual (Nofricon,2018). Sementara itu, dibidang pendidikan BSNP dalam Daryanto & Karim (2017) menjelaskan bahwa Pendidikan Nasional Abad 21 bertujuan untuk mewujudkan cita-cita bangsa, yaitu masyarakat bangsa Indonesia yang sejahtera dan bahagia, mempunyai kedudukan yang terhormat dan setara dengan bangsa lain dalam dunia global. Melalui pembentukan masyarakat yang terdiri dari sumber daya yang berkualitas, yaitu pribadi yang madiri, kemauan dan berkemampuan untuk mewujudkan cita-cita bangsanya.


Untuk mewujudkan cita-cita bangsa di atas, maka proyeksi pendidikan di Abad 21 harus memiliki tiga komponen, yaitu:


1. Karakter (Akhlak)
Secara harfiah, karakter bersal dari bahasa laitin “character”, yang bermakna: watak, tabiat, sifat-sifat kejiwaan, budi pekerti, kepribadian atau akhlak. Sedangkan secara istilah, karakter diartiakan sebagai sifat manusia pada umumnya di mana manusia mempunyai banyak sifat yang tergantung dari factor kehidupan sendiri. Jadi pendidikan karakter adalah pendidikan yang menekankan pada pembentukan budi pekerti atau kepribadian yang baik dengan melibatkan olah rasa, olah raga, dan olah piker untuk di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber daya manusia kita di Abad 21 ini hendaknya memiliki tantanan tantanan moral dalam berinterkasi dengan lingkungan maupun Negara. Karakter kepribadian harus diimbangi dengan karakter kinerja. Mengutip apa yang di ungkapkan Anies Baswedan di dalam pidatonya pada acara forum dialog penumbuhan budi pekerti di palmebang. Menurutnya, karaketer kepribadian meliputi kejujuran, ketakwaan, sopan santun, serta tata karma. Sedangkan karakter kinerja seperti kerja keras, tangguh, tuntas, ulet, dan rajin.

Karakter ini tidak hanya cukup diajarkan saja, meliankan harus dilakukan pembiasaan setiap hari hingga bersosial dalam masyarakat maupun bernegara. Di dalam surah Luqman dalam Alquran ayat 17-18 telah termaktub perintah ini. Bahwa medidik anak harus menumbuhkan sikap kejujuran, ketakwaan, sopan santun, tata karma, kerja keras, sikap tangguh pantang penyerah, tuntas, ulet dan rajin.

2. Kompetensi
Keterampilan abad 21 sendiri merupakan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi kehidupan dalam masyarakat global. Keterampilan abad 21 ini akan dapat meningkatkan kemampuan daya jual (marketability), kemampuan bekerja (employability), dan kesiapan menjadi warga Negara (readiness for citezendhip) yang baik (Redhana, 2015). Keterampilan di abad 21 yang harus dimiliki oleh peserta didik berdasarkan Partnership 21thn Century Skills.

Pertama, Berpikir Kritis dan membuat pertimbangan. Hal ini banyaknya informasi yang muncul dan beredar setiap hari entah itu pada media social, rumah, tempat kerja, ataupun di mana saja. Dengan berpikir kritis seseorang akan membantu menilai kredibilitas, akurasi dan mamfaat informasi.

Kedua, keratif dan berfikir entrepreneur, yaitu sejumlah keterampilan yang berhubungan dengan pekerjaannya yang menguasai keterampilan berpikir kreatif, yaitu kemampuan berpikir yang tidak biasa, mengajukan pertanyaan yang menakjubkan. Seseorang diharapkan mampu menciptakan pekerjaan untuk dirinya sendiri dan orang lain dengan pola piker entrepreneur, misalnya kemampuan mengorganisasikan, mengambil kesempatan dan keinginan untuk mengambil resiko dan tanggung jawab.

Ketiga, komunikatif dan kolaboratif. Sebuah tim tentu saja anggotanya berasal dari orang-orang lintas budaya, geografis, ataupun bahasa. Keterampilan tersebut sangat dibutuhkan di tempat kerja maupun masyarakat luas. Semua orang harus mampu berinteraksi dengan orang kepeten dan saling menghormati.

3.Literasi
Dalam sebuah laporan Forum Ekomomi Dunia 2015, visi baru pendidikan untuk membina pembeljaran Sosial dan Emosional melalui teknologi disebutkan bahwa keterampilan yang harus di miliki peserta didik di abad 21 adalah memiliki kemampuan literasi yang baik dan menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, literasi membaca dan berhitung merupakan literasi dasar (basic letrasy) yang berkaitan dengan kemampuan untuk mendengarkan , berbicara, membaca, menulis dan menghitung (counting) berkaitan dengan kemampuan menganalisis untuk memperhitungkan (caculating), mempersiapkan informasi (perceiving), mengomunikasikan, serta menggambarkan informasi (drawing).

Kedua, literasi budaya adalah kemampuan untuk mengetahui budaya yang dimiliki bangsa, baik kaerifan local maupun budaya nasional. Literasi budya bertujuan untuk mencegah lunturnya budaya local akibat imbas dari masuknya budaya global yang sangat kuat.

Ketiga, literasi teknologi informasi dan komunikasi adalah kemampuan memahami kelengkapan yang mengikuti teknologi seperti peranti keras (hardwere), serta peranti lunak (softwere), serat etika dan etiket dalam memamfaatkan teknologi. Keempat, literasi keuangan adalah pengetahuan atau kemampuan untuk mengelola keuangan. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan adalah rangkaian proses atau aktivitas untuk meningkatkan pengetahuan, keyakinan dan keterampilan konsumen dan masyarakat luas sehinnga mereka mampu mengelola keuangan dengan baik.

Penulis: Eko Rojana,S.Pd.I,M.A

Dosen di STIT SB Pariaman Dan STIKes Piala Sakti Pariaman, Pengurus NU Kota Pariaman

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *