infopariaman.com — Insiden penyerangan oleh seekor anjing liar terjadi di Nagari Anduriang, Kabupaten Padang Pariaman, pada Rabu sore, 20 Agustus 2025. Anjing tersebut menggigit delapan orang warga secara acak dan menunjukkan perilaku agresif yang mengarah pada gejala rabies.
Serangan tak berhenti di hari pertama. Keesokan harinya, Kamis, 21 Agustus 2025, anjing yang sama kembali menggigit dua warga lainnya, sehingga total korban mencapai sepuluh orang. Sembilan dari mereka telah mendapatkan perawatan medis dan vaksin anti rabies (VAR). Sementara satu korban lainnya harus menjalani perawatan intensif di RSUD Parit Malintang akibat luka gigitan yang cukup parah hingga menyebabkan putus jari.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Padang Pariaman, Zulkhalisman, mengatakan bahwa penanganan kasus ini dapat dilakukan dengan cepat berkat respons cepat lintas sektor.
“Kami segera berkoordinasi dengan petugas kesehatan, camat, wali nagari, Babinsa, Polsek, dan Polres. Berkat kerja sama ini, korban dapat langsung ditangani dan mendapat VAR,” ujar Zulkhalisman.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, pada Jumat, 22 Agustus 2025, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan melalui Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Kesehatan Hewan di bawah koordinasi Kepala Bidang Kesehatan Hewan, drh. Devi Yanti, menggelar sosialisasi tentang rabies dan langkah-langkah pencegahan kepada masyarakat setempat.
Selain edukasi, dilakukan juga vaksinasi rabies terhadap hewan peliharaan warga, seperti anjing, kucing, dan kera. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 257 ekor hewan berhasil divaksin.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hewan peliharaan maupun liar yang menunjukkan tanda-tanda rabies, seperti perubahan perilaku, agresivitas, air liur berlebihan, atau takut air.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan ke perangkat nagari atau petugas kesehatan hewan terdekat apabila menemukan kasus gigitan atau hewan mencurigakan, agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. (A/F)
