infopariaman.com – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menegaskan komitmennya dalam mendukung Program Prioritas Nasional Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (GERMAS SAPA) Tahun 2026.
Hal ini disampaikan dalam kegiatan Advokasi Desa Pangan Aman yang digelar Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang, di Aula Bapelitbangda IKK Parik Malintang, Senin (27/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid tersebut dihadiri Plt. Kepala BBPOM Padang Elyunaida, jajaran pemerintah daerah, Ketua TP PKK, camat, wali nagari, kepala sekolah, serta pengelola pasar.
Mewakili Bupati Padang Pariaman, Asisten II Elfi Delita menegaskan bahwa keamanan pangan menjadi aspek mendasar dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, pangan yang aman tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga menentukan produktivitas dan daya saing masyarakat. Namun, tantangan di lapangan masih cukup besar, mulai dari peredaran pangan yang tidak memenuhi standar hingga rendahnya kesadaran pelaku usaha dan masyarakat.
“Kesadaran terhadap mutu pangan harus terus ditingkatkan agar tidak memicu kasus keracunan dan masalah kesehatan lainnya,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan advokasi ini mampu memperkuat pemahaman serta mendorong solusi konkret dalam menjamin ketersediaan pangan aman hingga ke tingkat masyarakat.
Sementara itu, Plt. Kepala BBPOM Padang Elyunaida menekankan bahwa keamanan pangan tidak bisa ditangani secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Ia menjelaskan, program GERMAS SAPA difokuskan pada tiga titik utama, yakni pasar, sekolah, dan nagari. Di pasar, pengawasan ditujukan untuk memastikan makanan yang dijual aman dikonsumsi. Di sekolah, dilakukan pembudayaan pola konsumsi pangan sehat, sementara di tingkat nagari, masyarakat didorong aktif menjaga kualitas pangan.
Selain itu, pendekatan program dilakukan melalui pembentukan kader sebagai ujung tombak di lapangan. Para kader ini akan mendapatkan pembinaan teknis untuk memperluas jangkauan program di wilayah masing-masing.
“Tidak mungkin semua titik bisa kita intervensi langsung. Karena itu kader menjadi perpanjangan tangan dalam memastikan program berjalan efektif,” jelasnya.
Program GERMAS SAPA sendiri memiliki tiga pilar utama, yaitu Desa Pangan Aman, Sekolah dengan Pembudayaan Keamanan Pangan, serta Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas. Implementasinya juga melibatkan kolaborasi lima unsur penting, yakni pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media, dan masyarakat.
Pada tahun 2026, sejumlah lokasi di Padang Pariaman ditetapkan sebagai lokus pelaksanaan program, di antaranya MAN Insan Cendekia untuk sektor pendidikan, Pasar Sungai Geringging untuk sektor pasar, serta Nagari Toboh Gadang Barat dan Nagari Limau Purut untuk sektor desa.
Pemerintah daerah pun menginstruksikan seluruh pihak terkait agar menjalankan program ini secara serius dan berkelanjutan, sehingga wilayah yang menjadi lokus dapat menjadi contoh di tingkat nasional.
Dengan sinergi yang kuat, Padang Pariaman optimistis program GERMAS SAPA mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mendukung lahirnya generasi yang lebih unggul di masa depan. (*)
