infopariaman.com – Ribuan masyarakat menghadiri Tabligh Akbar dalam rangkaian Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 di Masjid Raya IKK Ali Mukhni, Parit Malintang, Senin (24/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat nilai keislaman dan persaudaraan di tengah masyarakat.
Tabligh Akbar digelar setelah prosesi malamang yang menjadi bagian dari upaya melestarikan adat dan budaya masyarakat Padang Pariaman.
Kegiatan ini dihadiri Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, Wakil Bupati Rahmat Hidayat, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Endarmy, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Hendra Aswara, jajaran kepala perangkat daerah, Ketua TP-PKK Nita Christanti Azis, Ketua Dharma Wanita Persatuan Renny Hendra Aswara, serta tamu undangan lainnya.
Dua penceramah, H. Ilyas, Tk. Bagindo dan Dr. Yasmansyah, S.Ag., M.Pd., hadir menyampaikan tausiah mengenai keteladanan Rasulullah SAW, pentingnya menjaga persatuan, memperkuat ukhuwah, serta menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Bupati John Kenedy Azis menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial tahunan. Momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk mengenang perjuangan Rasulullah sekaligus menerapkan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
“Rasulullah adalah teladan terbaik dalam kehidupan. Beliau mengajarkan kepada kita tentang kejujuran, kesabaran, kasih sayang, persaudaraan, kepedulian kepada sesama, serta pentingnya menjaga persatuan. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita hidupkan dalam kehidupan bermasyarakat,” pesan Bupati.
Ia juga menyampaikan bahwa Mauluik Gadang kini berkembang menjadi perayaan tingkat kabupaten tanpa meninggalkan tradisi yang selama ini tumbuh di surau dan masjid di tengah masyarakat.
Menurutnya, untuk kedua kalinya Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama masyarakat menyelenggarakan Mauluik Gadang dalam skala kabupaten sebagai upaya memperkuat syiar Islam sekaligus menjaga tradisi yang menjadi identitas daerah.
Bupati turut mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Rangkaian Mauluik Gadang meliputi pembacaan Syarafal Anam, tradisi Badikie, Tabligh Akbar, Shalawat Dulang, Malamang, Makan Bajamba, hingga Badoncek.
Selain mempertahankan tradisi, berbagai kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana dakwah, pendidikan karakter, dan penguatan semangat gotong royong.
Ketua Pelaksana Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026, Azwarman, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya dan religi.
Penyelenggaraan Mauluik Gadang tidak hanya diarahkan untuk menjaga kelestarian tradisi, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM, seniman, dan usaha kuliner lokal.
Ia mengajak masyarakat menjadikan Mauluik Gadang sebagai momentum memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW serta mempererat tiga bentuk persaudaraan, yakni ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah.
Melalui perpaduan syiar Islam, tradisi adat, dan partisipasi masyarakat, Mauluik Gadang 2026 diharapkan terus berkembang sebagai bagian dari identitas Padang Pariaman sekaligus menjadi ruang untuk mewariskan nilai-nilai keagamaan dan budaya kepada generasi mendatang. (*)
