infopariaman.com – Publik digemparkan dengan terungkapnya kasus pembunuhan berantai yang dilakukan oleh seorang pria muda di Padang Pariaman, Sumatera Barat. 

Satria Johanda alias Wanda (25), seorang security di salah satu perusahaan lokal, ditetapkan sebagai pelaku tunggal dalam serangkaian pembunuhan sadis yang merenggut nyawa tiga wanita remaja.

Tanpa ekspresi dan terlihat tenang, Wanda diamankan oleh tim Satreskrim Polres Padang Pariaman. 

Dalam pemeriksaan, ia mengakui seluruh aksi keji yang dilakukannya, termasuk memutilasi tubuh korban SA (25) menjadi sepuluh bagian dan membuangnya ke Sungai Batang Anai.

Lebih mencengangkan, Wanda juga mengaku sebagai pelaku di balik hilangnya dua mahasiswi STIE KBP Padang, yakni Siska Oktavia Rusdi (Cika) dan sahabatnya Adek Agustina. 

Keduanya dinyatakan hilang sejak Januari 2024. Jasad mereka ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam sumur tua di rumah orang tua pelaku.

“Motifnya diduga karena rasa cemburu,” ujar Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir dalam keterangannya, Kamis (19/6). 

Wanda mengaku memiliki hubungan asmara dengan Cika sejak masa sekolah, namun merasa dikhianati karena perubahan sikap korban. Dalam keadaan emosi, ia membunuh Cika dan Adek secara bersamaan.

Pengakuan Wanda ini menjadi titik terang dari misteri hilangnya dua mahasiswi tersebut. 

Sayangnya, kabar duka ini menjadi pukulan berat bagi keluarga korban, terutama pihak keluarga Cika yang selama ini menanti kepulangannya dengan penuh harap.

Tragisnya, sang ibunda tidak kuat menanggung kenyataan pahit tersebut. 

Setelah mendengar kabar penemuan jasad anaknya yang telah menjadi tulang belulang, sang ibu jatuh sakit dan meninggal dunia tak lama kemudian.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, turut menyampaikan belasungkawa dan langsung melayat ke rumah duka. 

“Kita sangat prihatin dan berduka mendalam. Semoga keluarga diberi ketabahan,” tuturnya.

Kini, masyarakat menanti proses hukum yang tegas terhadap pelaku. Keluarga korban berharap pelaku dihukum seberat-beratnya agar keadilan bagi Cika, Adek, dan Dinda segera terwujud.

“Cika dan keluarganya menanti keadilan atas luka yang tidak akan pernah sembuh,” ujar salah satu kerabat korban. (F)

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *